Langsung ke konten utama

Postingan

Ubud, The Real Culture of Bali

Terasa Asing di Negeri Sendiri UBUD sudah terkenal untuk wisatawan mancanegara. Bahkan, mereka menikmati keindahan dan kebudayaan ibu kota kecamatan di Gianyar itu dalam waktu lama. Sebaliknya, Ubud tidak menjadi tujuan utam para pelancong domestik. Itulah yang dialami Jawa Pos ketika berada di Ubud selama dua malam. Saat siang, turis domestik masih banyak. Mereka berkunjung ke Puri Agung yang menjadi sentra Kerajaan Ubud atau berbelanja di pasar seni. Namun, mereka tidak menginap.

Menjadi Lebih Dekat dengan Taman Nasional Komodo

Puncak Kenikmatan di Bukit Padar Rumput di KabupatenManggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), berwarna kekuningan kalu musim hujan datang. Dan yang saya lihat ketika berkunjung Agustus lalu adalah bukit yang menguning. SETELAH menarat di Bandara Labuan Bajo, saya menginap di salah satu hotel di wilayah Kampung  Air. Ibu kota Manggarai Barat itu tidak tergolong besar. Jalan umummnya pun dibuat satu arah sehingga dalam sehari kita bisa keliling wilayah tersebut.

Gili Iyang, Pulau dengan Kandungan Oksigen tertinggi di Indonesia

Gua Mahakarya hingga Syariah  MENURUT temuan Lembaga Penerbangan dan Antarikasa (Lapan), salah satu sumber tingginya kandungan oksigen di Gili Iyang adalah bagusnya lalu lintas pergantian udara di sekujur pulau. Sebab, banyak gua di sana yang berfungsi sebagai ventilasi pulau. Ada 17 gua di Gili Iyang. Salah satunya adalah Gua Mahakarya. Letaknya tak jauh dari Tebing Batu Canggah. Gua itu baru ditemukan warga setempat akhir tahun lalu. Posisinya di tengah ladang penduduk di Desa Banraas. Setelah mengetahui luas dan keindahan di dalam gua warga mengeprasi pepohonan untuk membuat akses ke tempat itu untuk membuat akses ke tempat itu indah. Hampir selutuh stalaktit dan stalagmitnya masih masih hidup. Semua teori tentang pembentukan batu tets (dripstone) yang menggantung dari atap gua dan dari dasarnya menemukan jawabnya di sini. Air menetes dengan kandungan mineral sekunder dari ujung stalaktit, menimpa tanah di dasar gua, kemudian mengeras dan menjadi batu. Banyak stalakmit...

Pulau Salando, Tolitoli, Sulawesi Tengah, Area Kecil Pembatas NKRI

Penghuninya Keluarga Penjaga Mercusuar PULAU Salando merupakan pulau yang cukup indah memiliki pemandangan menakjubkan. Masyarakat sekitar arab menyebut pulau itu dengan naman pulau Lampuy. Pulau seluas 300 meter persegi. tersebut terletak di Laut Sulawesi dan masuk wilayah administrasi Desa Kapas, Kecamatan Dako Pamean, Kabupaten Tolitoli , Provinsi Sulawesi Tengah. Akrab disebut masyarakat sebagai Pulau Lampu karena zaman dulu pulau itu memiliki dua lampu peringatan yang berkedip-kedip sebagai sinyal untuk berhati-hati bai kapal yang melintas, Karena tidak mengatahui nama aslinya, pulau tersebut lebih dikenal masyarakat dengan nama Pulau Lampu. "Dulu rata-rata masyarakat di sini tidak tahu nama asli pulau ini. kebetulan, di pulau ini terdapat dua buah lampu. Saat malam selalu berkedip bergantian. Makanya masyarakat langsung menyebutnya Pulau Lampu. karena kebiasaan itulah Pulau Dolangan ini lebih dikenal dengan sebutan Pulau Lampu," jelas Kepala Desa Kapas Usman.

Jelajahi Danau Toba dan Sekitarnya

Termanjakan Keindahan Alam dan Kuliner Mendapat kesempatan mengunjungiDanau Toba yang terkenal itu, saya semakin sadar kekayaan alam Indonesia memang luar biasa. BEBERAPA waktu lalu saya mendapat undangan wisata gratis ke Medan. Keempatan ini tidak saya sia-siakan karena saya juga belum pernah  berkunjung ke Pulau Sumatera. Tiba di Bandara International Kualanamu, saya bikin kagum. Bandaranya besar, bersih dan terintegrasi dengan kereta api yang dapat langsung menuju pusat kota. Kemudian kami diajak makan siang dengan bus wisata menuju salah satu resor di Bukit Merek. Setibanya, kami bisa melihat pemandangan Danau Toba dari ketinggian. Sungguh indah, luar biasa!

Kedung Maor, Kejutan Kecil di Tengah hutan Lindung

Danau Suara Harimau Berada di kawasan hutan lindung, Kedung Maor tak pernah kering karena menjadi muara bebrapa sungai sekaligus. Gemericik air yang berkawin dengan bebatuan menciptakan atmosfer yang menyejukkan. TAK ada yang tahu pasti kenapa lokasi itu di sebut Kedung Maor. Masyarakat setempat menyatakan, berdasarkan cerita turun-temurun sekian generasi, Kedung berarti danau, sedangkan Maor adalah suara yang muncul saat harimau hutan berkelahi. Entah betul atau tidak. Yang pasti, tiada seekor pun harimau yang pernah dilihat warga. Sejatinya, daya tarik utama adalah air terjun yang tercipta dari aliran sungai manuju muara. Karena masuk musim kemarau, debit airnya mengecil, tapi tak mentusutkan keindahan alam yang tersajidi sana.

Tawarkan Wisata Klasik Peninggalan Belanda

Air Kolam renang Alami dari Pegunungan DATANG ke Wisata Rembangan tidak lengkap rasanya jika tidak menikmati kolam renag yang disediakan. sebab, air tersebut merupakan aliran dari air pegunungan yang segar. Bukan air galian dengan cara bor. Bahkan, para pengunjung yang datang ada yang hanya untuk menikmati kolam Rembangan, selalu ramai dikunjungi. Meskipun bukan hari libur. Terutama di waktu sore hari. "Jadi di sini masih serba alami," kata Sugeng Riyadi, kepala bagian Tata Usaha Wisata rembangan.